Konsultasi GRATIS!

Apakah Google Menggunakan Kecerdasan Buatan Ai?

Apakah Google Menggunakan Kecerdasan Buatan Ai?

Hasil Topik Artikel: Apakah Google Menggunakan Kecerdasan Buatan Ai?

Kecerdasan buatan, atau AI, adalah penciptaan mesin yang melakukan fungsi yang secara tradisional dilakukan oleh otak.

Dengan kata lain, ini mengacu pada mesin yang menunjukkan kemampuan kognitif di luar kemampuan manusia normal.

Sejak awal kemunculannya, konsep kecerdasan buatan telah menuai kritik dari berbagai sektor masyarakat.

Beberapa percaya bahwa AI akan membawa akhir umat manusia, sementara yang lain takut potensinya untuk menciptakan jaringan komputer hidup yang dapat mengambil alih dunia.

Namun, tidak ada yang bisa menyangkal bahwa teknologi telah membawa terobosan luar biasa di bidang kecerdasan buatan.

Faktanya, AI sekarang digunakan di sejumlah bidang seperti transportasi, perawatan kesehatan, dan peperangan.

Sejak Google meluncurkan layanan terjemahan otomatisnya pada tahun 2010, berita internasional telah diterjemahkan menggunakan AI daripada manusia.

Selain itu, Google Penelusuran kini menawarkan hasil yang dipersonalisasi berdasarkan minat dan penelusuran Kalian sebelumnya.

Ini menunjukkan betapa mudahnya AI dapat diadaptasi untuk aktivitas sehari-hari jika orang mau melakukan upaya yang diperlukan.

Basis data Google yang luas menjadikannya platform yang ideal untuk melakukan penelitian dan mengembangkan aplikasi baru yang terkait dengan kecerdasan buatan.

Dengan begitu banyak eksperimen yang sedang berlangsung di bidang ini, masyarakat harus membuat beberapa penyesuaian besar jika kita ingin mengikuti kemajuan di bidang ini.

BANYAK ORANG MENGANGGAP MESIN PINTAR DAN MANUSIA BODOH SETARA DALAM HAL KECERDASAN.

Namun, ini tidak terjadi pada kenyataannya.

Manusia memiliki jumlah memori kerja dan kekuatan pemrosesan yang terbatas, yang membuatnya jauh lebih kompleks daripada mesin pintar.

Dengan kata lain, manusia dan sistem komputer serupa hanya dalam hal kemampuan komputasinya—keduanya tidak memiliki intuisi dan kesadaran alami.

Mempertimbangkan sudut pKalianng ini, masuk akal untuk menggunakan AI kapan pun memungkinkan karena ini meningkatkan peluang untuk menciptakan mesin pintar yang lebih kuat.

Banyak orang menganggap mesin pencari Google sebagai aplikasi kecerdasan buatan karena menggabungkan generasi hasil pencarian berbasis algoritma.

Namun, ini adalah kesalahpahaman— yang dilakukan Google hanyalah menerapkan konsep tradisional kecerdasan buatan pada algoritmenya untuk menghasilkan hasil yang bermanfaat lebih cepat daripada yang dapat dilakukan manusia sendiri.

Perusahaan juga menggunakan algoritme pembelajaran mesin untuk menentukan peringkat situs web berdasarkan konten mereka serta keterlibatan pengguna di halaman Google Penelusuran.

Selain membuat hidup lebih mudah bagi pengguna, Google menggunakan alat AI seperti jaring saraf dan inferensi Bayesian secara ekstensif untuk mengembangkan aplikasi baru seperti Android atau TensorFlow untuk melatih model pembelajaran mendalam pada perangkat seluler atau browser web masing-masing..

Nama apa pun yang dipilih untuk diberikan— mesin vs manusia vs tanpa nama sama sekali — pencarian manusia akan kecerdasan buatan akan tetap ada!


SELENGKAPNYA TONTON VIDEO INI
#Tag Artikel

© Copyright 2022 Alamat Kp.Partel RT/03 RW/09 Cibatu Garut WEST JAVA Indonesia | WA +62816997967 jWS: Jawara Speed Jasa Optimasi Pagespeed + SEO Website Indonesia | Privacy Policy | Terms and Conditions | Disclaimer